Cerpen
Lhooh? Ngomong apa aku ini, aku
sekarang ini udah punya pacar, , PACAR?? Yaaa baru 2 bulan jadian aja sudah
lama banget rasanya. Tapi mengapa yaa pacaran ternyata tidak seperti yang ku bayangkan
dulu, jalan bareng,nonton bareng, nge-date, makan bareng,minum bareng, tidur
bareng *eh. Pacaran itu rasanya membingungkan sebenarnya. Tapi, kenapa banyak
orang yang ingin cepet-cepet punya pacar dan merasa malu kalau dia jomblo
lama-lama? Aku yang baru pertama pacaran rasanya malah galau teruss tiap malam,
gimana tidak? Nggak disms semalam saja rasanya bingung, malah nggak konsen
belajar. Tapi, kadang kalau disms malah lupa belajarnya keenakan sms-an dan
akhirnya waktu ulangan lirik kanan lirik kiri -__-. Tapi pacaran yang aku
jalani ini benar-benar aneh, nggak sama dengan apa yang ku bayangkan dulu dan
yang dijalani oleh kebanyakan orang. Gimana tidak aneh, pertama saja waktu
nembak (nunjukkin perasaan sama si do’i) aja aneh bangett.
Aku janjian ketemuan sama dia, tapi tempatnya
nggak jelas -__-. Waktu itu aku suruh dia nunggu di Alun-alun (taman), waktu
aku sampai di sana dan dia sudah nungguin aku, aku lihat di sekitar taman
ternyata banyak orang. Aku nggak PD nunjukkin perasaan ke dia kalau ada banyak
orang di sekitar, lalu aku ajak dia muter-muter nyari tempat yang sepi buat
nunjukkin perasaan ku. Akhirnya ketemu, yaitu di tribun taman . tau nggak?
Tempatnya kotor dan di sekitar tribun juga masih ada sedikit orang, tapi tak
apalah orang itu hanya gelandangan atau orang sekitar yang sedang tidur di
tribun :D. Dan aku ajak omong-omong dulu si dia, dan setelah waktu yang pas,
aku sedikit pancing-pancing dia. DANN saat aku menemukan waktu yang
tepat,langsung aja aku sikat *eh maksudnya langsung aja aku ungkapkan rasa ku
padanya. Aku ngasih mawar ke dia tapi
waktu aku ngomong ke dia kalau aku suka dia dengan nada yang nggak jelas
banget. Tapi untungnya dia paham apa yang aku omongin. Dan selang beberapa
detik dia langsung menjawab, hatiku senang banget rasanya, kayak dihantam batu
dari belakang dan diguyur air got *lhohh tu mah gak nyenengin. Dia menjawab
‘’YA’’ dan menerimaku. Aku seneng banget waktu itu, entah bagaimana aku
menggambarkannya pokoknya seneng bangettt. Dan selesai tragedi itu (penembakan
perasaanku padanya) dia ngajak pulang karena dia ada kerja kelompok , lalu kita
pulang dengan naik motor sendiri-sendiri.
Di perjalanan rasanya seperti
bermimpi aku. Gadis yang sudah aku senangi atau bisa dibilang sudah aku incar
dari kelas X akhirnya jadi milikku juga. Hahahaha. PDKT ku nggak sebentar lhoo,
butuh waktu 1 tahun untuk memantapkan perasaanku ini. Waktu malam hari nya, aku
buka FB karena lagi bosan lihat TV. Dan aku lihat daftar teman online ternyata
ada dia (pacar pertama ku :D). Lalu aku chat dia. Maklum lah orang baru pertama
pacaran, aku bingung bagaimana ya orang pacaran kalau sms –an atau chatting.
Ahh masa bodoh, aku chat aja dia dengan kata ‘’halo pacar’’ wkakakkaka,, aku
tertawa sekali waktu itu. Rasanya malu juga chat dia dengan seperi itu. Tapi
dia langsung menjawab ‘’hai juga’’. Malah semakin membuatku tertawa. Aku
tertawa karena aku merasa senang sekali dia menjawab seperti itu :D. Karena aku
ini baru pertama pacaran dan sifatku yang agak ndesoo , aku ajakin dia untuk
ngubah status FB. Hahahah katrok banget yaa. Biar sama seperti orang-orang lah
minimal :p. Aku bilang sama dia “eh ubah status hubungan fb yukk” , dia jawab
“ya silahkan to,” , aku njawab lagi “tapi kamu juga yaa”. Waktu aku ubah status
hubungan FB ku kan ada tulisannya ‘berpacaran dengan ...’ aku ketik nama dia.
Aku tunggu , kok nggak dikonfirmasi yaa?? Terus aku dichat katanya “eh status
hubungannya nggak usah ada ‘berpacaran dengan’ gitu yaa, cukup berpacaran aja
hehehehe”. Dalam hatiku aku malu sekali. Walaupun itu nggak ngomong langsung
tapi malunya menusuk hati. Aka jawab “IYA” gitu aja. Tak apalah, yang penting
dia sudah mau ngubah statusnya -__-.
Keesokan harinya setelah aku nembak
dia, rasanya kehidupan ku nggak banyak berubah. Ya iyalah, apanya yang mau
berubah. Soalnya dia kan beda kelas sama aku, dan kelas dia itu jauh banget
dari kelasku, aku males main ke kelasnya XD. Waktu pulang aku ketemu dia waktu
jalan menuju gerbang, aku tanya dia *perhatian pertama :D* “eh,pulang sama
siapa? Aku anter?” hahahaha, dia jawab “sudah dijemput”. Oo tak apalah mungkin
lain kali.
Pada suatu hari, setelah aku
mempunyai uang yang cukup untuk ngajak dia jalan *hasilMenabung* aku ajak dia
makan setelah pulang sekolah. Dan dia mau. Wow, senang rasanyaa. ~kencan
pertama~. Mungkin waktu pertama ya, aku bingung mau ngapain, mau ngomong apa,
aku sedikit gugup. Waktu bel sekolah berbunyi hatiku terasa lebih senang
dibanding saat mendengar bel sebelumnya. Aku cepat-cepat bergegas dan
memasukkan buku ku ke dalam tas. Saat itu dia sms aku dulu “jadi nggak??”. Aku
balas “jadi, ,, aku tunggu di dekat kelasku yaa?”. Aku menunggu di dalam kelas
sambil ngobrol dengan temanku. Dan aku melihat dia sedang berjalan menuju
tangga dekat kelasku. Aku semakin gugup. Ndak tau kenapa, padahal hanya melihat
sosok gadis manusia saja aku gugup, apalagi melihat sosok mak lampir *eh. Aku
membuat dia menunggu di dekat kelasku, sebenarnya agak lama sih, tiba-tiba ada
seorang teman dia menghampiriku dan bilang katanya aku sudah ditunggu . aku
beralasan , “ya,oke sebentar aku mengembalikan sesuatu dulu ke temanku” T.T .
langsung saja setelah itu aku menghampirinya, dan bilang “sudah siap?, ayo
sekarang saja”.
Aku dan dia langsung saja pergi ke
suatu tempat untuk makan. Aku ambil sepeda motorku dulu di parkiran dan dia
menunggu di depan gerbang. WOW, ini adalah pertama kalinya dia membonceng ku.
Melayang rasanya *lebay. Aku setir motorku pelan-pelan, aku masih sedikit
dredeg rasanya. Setelah sampai di tempat tujuan kami segera memesan makanan.
Sebenarnya aku dredeg karena takut nanti dia pesan makanan yang agak mahal
*plak*. Setelah pesan kami duduk sambil menunggu pesanan. Kami ngobrol-ngobrol
, dan mungkin karena keduanya baru pertama ini pacaran jadi bingung mau apa
yang dilakuin.
Setelah selesai makan aku antar dia
pulang. Sampai di depan rumahnya aku sedikit gerogi, takut kalau ada orang
tuanya, tapi ternyata beliau sedang bekerja semua. Jadi di rumahnya tidak ada
orang. Sampainya dia turun dari motorku dia bilang “makasih”. Lalu pergi langsung masuk rumah. Aku juga langsung
saja tancap gas. Aneh sekali rasanya, aku sudah beberapa kali mengantarkan dia
pulang setelah waktu itu, tapi mengapa selalu sama yang terjadi. Setelah dia
turun mungkin yang dikatakan hanya “makasih” kalau nggak ya “hati-hati”. Aku
tak pernah berani berkata lama-lama saat setelah mengantar dia pulang. Pasti
aku langsung tancap gas dengan kencang setelah dia turun dari motorku.
Pada malam harinya, aku selalu sms-an
sama dia hampir tidak pernah aku sehari tidak sms-an sama dia. Beda sama dulu,
kalau dulu mungkin aku sedikit malu untuk meng-sms dia duluan, tapi sekarang
tidak lagi. *ya iyalah, aku kan sudah pacaran, hahaha*. Aku sms-an dengan do’i
pasti sampai larut malam tak jarang kadang diantara kedua dari kami ada yang
ketiduran. Dan kata-kata yang selalu sering muncul pada waktu sms-an adalah
kata-kata yang ada di akhir dan sebelum kita mengakhiri sms untuk tidur, yaitu
‘nice dream’, ‘good night’, ‘met bobok’, atau apalah pokoknya yang romantis.
Tak jarang juga aku memberi emot yang manis untuk mempercantik sms, seperti “J,L,atau :*”. Sering aku memberi
emot “ :* ” untuknya sebagai tanda sayang. Hahahahaha. *lebay sangat*.
Yang membuat aku bingung sampai detik
ini adalah hubunganku dengan dia yang jarang bertatap muka langsung untuk
bicara atau bercanda langsung, mungkin aku bertemu dengannya hanya untuk
menyapa atau pinjam buku, hanya itulah,
dan itupun juga jarang. Aku merasa selama ini hanya pacaran, tapi
pacaran sms, kalau tidak ya cuma telpon-telponan. Padahal aku satu sekolah dengannya.
Haaahh galau sangattt. Aku ini orangnya memang pemalu, tapi masak sama pacar
juga malu seperti itu?. Keterlaluan sekali. Terkadang kegalauan ku itu membuat
emosi ku sedikit naik, tak jarang juga dia, dia yang aku sayangi, *tapi sayang
nya nggak sesayang aku sama keluarga ku sekarang :D* jadi sasaran pelampiasan
emosi ku. Tapi terkadang aku juga merasa aku pantas marah sama dia, karena
kenapa dia tidak menemui ku, tapi kalau dipikir-pikir emang aku yang salah, aku
ini laki-laki, laki-laki harusnya yang menemui cewek, bukan cewek yang menemui
cowok dulu. Tapi mungkin terlalu penakut untuk menemui dia secara langsung.
Serba salah jadinyaa.
Semakin hari, aku semakin bingung.
Bagaimana caranya agar aku setiap hari bisa bertemu dengannya, bisa berbicara
dan bercanda dengannya, bisa jalan bareng dengannya. Kalau bertemu sih mungkin
aku bertemu terus, tapi bertemunya itu mungkin cuma bisa melihat wajahnya dari
jauh. Saat melihat nya dari jauh kadang di hati ku ini ingin berteriak dan
memanggil namanya. Tapi mengapa aku tidak bisaa? Padahal dia pacar ku, dia pun
juga sudah mau menganggapku menjadi pacarnya. Bingung sekali jadinya.
~malam hari~. Sekitar pukul 19.30 aku
sms dia “hai,beb”. Dia jawab “ya?”. Aku bales “lagi apa?”. Lalu setelah itu
kami saling balas membalas sms. Pasti kalau sudah sms-an kita selalu sampai
larut malam. Ketika dia bilang sudah ngantuk, pasti aku bales sms nya dengan
“nice dream, good night, mimpi indah :*” atau apalah. Setelah itu baru aku juga
ikut untuk tidur. *Tidurnya beda rumah yaa*. Kejadian itu terjadi setiap malam.
Setiap kita sms-an. Terkadang juga waktu aku sms-an dengan dia diantara kita
berdua ada yang tertidur.
Pagi harinya, aku menjalani aktivitas
seperti biasa, bersekolah di salah satu SMA favorit di kota ku. Biasa lah , di
sekolah aku juga merasa dia tidak ada atau dia sedang bersekolah di tempat lain
yang jauh dari sini. Padahal dia juga satu sekolah dengan ku. Aku merasa
hubunganku dengan dia semakin lama tidak ada perubahan sama sekali. Sama saja
dari dulu, jarang bicara dan bertatap muka langsung. Aku hanya bisa
berkomunikasi dengan dia lewat sms atau telfon. Waahh,, seperti menjalani Long Distance Relationship. Atau
hubungan jarak jauh. Padahal kan nggaakk L. Itulah mengapa aku
menganggap hubungan ku ini seperti
LDR.
Ku akui ini salahku. Kenapa aku nggak
nyamperin dia dan ajak dia ngobrol. Tapi aku pacaran sama dia sekarang sudah
berjalan 2 bulan. Kurasa itu waktu yang cukup lama. Tapi seperti yang ku
ceritakan tadi, aku masih malu kalau nyamperin dia di sekolah. Entah malu sama
teman atau sama diriku sendiri. Jujur aku masih merasa kurang pantas
mendapatkan gadis yang cantik, mungil, dan sweet seperti dia :D. Sedangkan aku,
wajahku yang tak tampan, tidak terlalu kaya, dan juga tidak terlalu pintar ini.
Walaupun dia sudah bilang bahwa dia mencintaiku apa adanya *hahaha mencinTAI*
:D. Dia bilang “cinta emang dari hati,
bukan dari mata. Simple, because this hearth J” . tapi masih saja aku
merasa kurang PD. Semoga saja perasaan galau ku terhadap hubungan cinta ku
dengannya bisa berakhir. Dan aku segera bisa merubah sifatku yang pemalu saat
bertemu dengannya.
Selalu bertemu tapi hubungannya lewat
sms, itulah aku. Tapi, pasti aku bisa
merubah semua itu. J
Semoga ceritaku ini bisa menghibur
dan bermanfaat bagi anda semua. J
2 Komentar
Kok sama ya kayak ane!!
BalasHapusEmang gitu gan, kalo pacaran 1 sekolah, dah gitu udah terbiasa pdktnya cuma via SMS...
Ya kalo jadi pacar juga gak jauh beda sama waktu pdkt..
Saran ane sih... Biasain ngobrol sama cewek cantik... Ane yakin ente ga bakalan gugup lagi
sip gan.. nice
Hapusmonggo komentnya..